Check dan Recheck Kebenarannya

Bagaimana seekor kerbau bisa mati hanya karena sebuah opini?

1. Sehabis pulang dari sawah Kerbau rebahan di kandang dengan wajah lelah dan nafas yang berat. datanglah seekor anjing, kemudian kerbau berkata: “Aah, temanku aku sungguh lelah dan kalau boleh besok aku ingin istirahat sehari saja”

2. Anjing pergi dan di tengah jalan dia berjumpa dengan kucing yang sedang duduk di sudut tembok, kemudian anjing berkata: “tadi saya bertemu dengan kerbau dan dia besok ingin beristirahat dulu. sudah sepantasnya sebab boss beri kerjaan terlalu berat”

3. Kucing lalu bercerita kepada kambing: “Kerbau komplain boss kasih kerjaan terlalu banyak dan berat, besok dia tidak mau kerja lagi”

4. Kambing pun bertemu ayam dan dia berkata: “Kerbau tidak senang bekerja dengan boss lagi, mungkin ada pekerjaan yang lebih baik lagi”.

5. Ayam pun berjumpa dengan monyet dan dia bercerita pula: “Kerbau tidak akan kerja lagi untuk boss dan ingin kerja di tempat yang lain”.

6. Saat makan malam, monyet bertemu boss dan berkata: “Boss, si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan boss untuk kerja di boss yang lain”

7. Mendengar ucapan monyet sang Boss marah besar dan tanpa bertanya terlebih dahulu dia lalu menyembelih si kerbau karena dinilai telah berkhianat kepadanya.

Ucapan asli kerbau: “Saya lelah dan besok ingin istirahat sehari.” Lewat beberapa teman, ucapan ini telah berubah dan sampai kepada sang boss menjadi: “Si kerbau akhir-akhir ini telah berubah sifatnya dan ingin meninggalkan bossnya dan kerja pada boss yang lain”.

Sangat baik untuk disimak:

1. Adakalanya satu pembicaraan berhenti hanya sampai telinga kita saja dan tidak usah sampai kepada telinga orang lain.

2. Jangan telan bulat-bulat atau percaya begitu saja setiap berita atau perkataan orang lain sekalipun itu keluar dari mulut orang terdekat kita. kita perlu check and recheck kebenarannya sebelum bertindak atau memutuskan sesuatu, konfirmasi dan crosscheck kepada sumbernya langsung.

3. Kebiasaan meneruskan perkataan / berita dari orang lain bahkan dengan menambah atau menguranginya atau menggantinya dengan persepsi dan asumsi kita sendiri bisa berakibat fatal.

4. Bila ragu dengan ucapan / berita dari seseorang atau siapapun sebaiknya kita bertanya langsung kepada yang bersangkutan untuk menanyakan kebenaran informasi tersebut.

Ambillah Aqidahmu

Ambillah Aqidahmu

👤 Oleh: Syaikh Muhammad Bin Jamil Zainu

Soal 1⃣

→ Apa maksud Allah mengutus para Rasul ?

✅ Jawab :

→ Allah ta’ala mengutus para Rasul supaya mereka berda’wah,

→ mengajak manusia untuk beribadah kepada Allah dan menjauhi syirik,

🌿 sebagaimana firman Allah :

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولاً أَنِ اعْبُدُواْ اللّهَ وَاجْتَنِبُواْ الطَّاغُوتَ

Artinya: “Dan sungguh telah kami utus kepada setiap umat itu seorang rasul (agar menyeru kepada umat-nya): Beribadahlah kalian kepada Allah dan jauhilah thaghut.”
📖 (Terj. An-Nahl: 36)

🌿 Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

ألأنبياء إخوة …… ودينهم واحد {حديث صحيح متفق عليه

Artinya:
“Para Nabi itu bersaudara dan dien mereka satu.”
📚 (Hadits shohih riwayat Bukhori)
◇◇◆◇◇◆◇◇◆◇◇

Soal 2⃣:

→ Apa yang dimaksud dengan Tauhid Rububiyah?

Jawab :

→ Tauhid Rububiyah adalah mentauhidkan Allah dalam seluruh perbuatan-Nya seperti menciptakan, memelihara dan sebagainya.

🌿 Allah berfirman:

الْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Artinya: “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.”
📖 (Terj. Al-Fatihah: 2)

🌿 Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

أنت رب اسموات ولأرض

Artinya: “Engkaulah Rabb langit dan bumi.” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim)
◇◇◆◇◇◆◇◇◆◇◇

Soal 3⃣ :

→ Apa yang dimaksud Tauhid Uluhiyah ?

✅ Jawab :

→ Tauhid Uluhiyah adalah mentauhidkan Allah dalam beribadah seperti berdo’a, menyembelih kurban, bernadzar dan sebagainya.

🌿 Allah berfirman:

وَإِلَـهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الرَّحْمَنُ الرَّحِيمُ

Artinya: “Dan Ilahmu itu adalah ilah yang satu, tidak ada Ilah yang berhak disembah kecuali Dia yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
📖 (Terj. Al-Baqarah: 163)

🌿 Dan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فليكن أول ماتدعوهم إليه شهادة أن لاإله إلا الله

Artinya: “Maka hendaklah yang pertama kamu serukan kepada mereka adalah persaksian bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah.” (Hadits shohih riwayat Bukhari dan Muslim)

📚 Dan dalam riwayat Bukhari:

إلي أن يواحدوا الله

Artinya: “Sampai mereka mentauhidkan Allah.”

Wallahu a’lam

Jadwal Puasa Ayyamul Bidh

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya, “Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyyah). ” [HR. Tirmidzi dan An Nasai].

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam berwasiat kepada tiga orang Sahabat Beliau supaya puasa tiga hari setiap bulan, yaitu; Abu Hurairah, Abu Darda’ dan Abu Dzar Radhiyallahu ‘Anhum. [HR. Bukhari, Muslim, dll].

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda kepada Sahabat ‘Abdullah bin ‘Amr Radhiyallahu ‘Anhuma, “Dan berpuasalah tiga hari pada setiap bulan. Karena sesungguhnya kebaikan itu akan (dilipatkan) dengan sepuluh (kali) lipat. Oleh karenanya engkau seolah-olah berpuasa selama sebulan penuh.” [HR. Bukhari dan Muslim].

Dalam hadist lain dijelaskan pula tentang keutamaan puasa sunnah ayyamul bidh, yang artinya, Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun. ” [HR. Bukhari].

TANGGAL JADWAL PUASA SUNNAH AYYAMUL BIDH

Berikut ini adalah kalender tanggal-tanggal pelaksanaan puasa sunnah pertengahan bulan (ayyamul bidh) sepanjang tahun 2017, mulai dari bulan Januari hingga Desember 2017 (insya Allah), yang kami ambil berdasarkan kalender pemerintah Indonesia.

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH JANUARI 2017

Hari: Kamis, Jumat, Sabtu – 12, 13, 14 Januari 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH FEBRUARI 2017

Hari: Jumat, Sabtu, Minggu – 10, 11, 12 Februari 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH MARET 2017

Hari: Minggu, Senin, Selasa – 12, 13, 14 Maret 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH APRIL 2017

Hari: Senin, Selasa, Rabu – 10, 11, 12 April 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH MEI 2017

Hari: Rabu, Kamis, Jumat – 10, 11, 12 Mei 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH JUNI 2017

Insya Allah tidak ada puasa ayyamul bidh, bertepatan dengan puasa bulan Romadhon. Jangan lupa untuk mengerjakan puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal setelah selesai menjalankan puasa wajib Ramadhan sebulan penuh. Insya Allah …

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH JULI 2017

Hari: Jumat, Sabtu, Minggu – 07, 08, 09 Juli 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH AGUSTUS 2017

Hari: Minggu, Senin, Selasa – 06, 07, 08 Agustus 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH SEPTEMBER 2017

Insya Allah tidak ada puasa ayyamul bidh, bertepatan dengan hari tasyrik (04 September 2017, hari tasyrik ketiga). Dan insya Allah boleh diganti dengan puasa 3 hari di bulan yang bersangkutan, untuk harinya tidak harus berurutan. Yang penting tidak pada waktu-waktu yang dilarang untuk berpuasa. Dan pada bulan ini, terdapat hari Puasa Asyura pada hari Jumat, Sabtu (29 dan 30 September 2017).

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH OKTOBER 2017

Hari: Selasa, Rabu, Kamis – 03, 04, 05 Oktober 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH NOVEMBER 2017

Hari: Kamis, Jumat, Sabtu – 02, 03, 04 November 2017

TANGGAL PUASA AYYAMUL BIDH DESEMBER 2017

Hari: Sabtu, Minggu, Senin – 02, 03, 04 Desember 2017

Berdasarkan keterangan hadist di atas, puasa ayyamul bidh adalah puasa yang sunnah dilakukan tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulannya. Jika kita tidak sempat atau tidak bisa melakukannya pada hari-hari itu secara berurutan, boleh melakukan puasa pada hari-hari yang lain. Baik secara terpisah maupun secara berurutan, yang tentunya bukan dinamakan puasa ayyamul bidh lagi.

Mu’adzah al-‘Adawiyyah meriwayatkan, ia bertanya kepada Aisyah istri Nabi, “Apakah Rasulullah puasa tiga hari setiap bulannya?” Aisyah menjawab, “Iya”. Maka, saya bertanya lagi, “Pada hari-hari apa saja beliau berpuasa dalam sebulan itu?” Aisyah menjawab, “Beliau tidak peduli pada hari apa beliau berpuasa pada bulan tersebut.” (HR Muslim).

Saudaraku muslim seiman dimanapun Anda berada.., itulah sedikit informasi mengenai kapan pelaksanaan, hari tanggal atau jadwal puasa sunnah ayyamul bidh pada tahun 2017 ini. Selain puasa ayyamul bidh, kita juga bisa mengamalkan puasa sunnah lainnya, misalnya puasa sunnah senin kamis.

Sebagai penutup, kami mengajak diri kami dan saudaraku semuanya, marilah kita senantiasa berusaha untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah subhanahu wa ta’ala, dengan cara melaksanakan perintah-NYA, dan menjauhi larangan-NYA. Baik itu perintah yang berupa ibadah wajib, mau pun amalan-amalan sunnah.

Puasa sunnah ayyamul bidh dan juga amalan sunnah lainnya yang kita kerjakan, semoga kelak dapat menjadi bukti nyata kecintaaan kita kepada rasulullah Muhammad shalallahu alaihi wa sallam.

Dari Anas ibnu Malik, rasulullah bersabda yang artinya: “Barang siapa menghidupkan sunnahku maka ia telah mencintaiku, dan barang siapa mencintaiku maka ia akan bersamaku di surga” [HR. Thabarani].

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala menerima amal ibadah kita, dan mengampuni dosa-dosa kita, baik dosa dan kesalahan di masa lalu, masa sekarang mau pun masa yang akan datang. Dan semoga kita diberikan kebaikan di dunia dan di akhirat, dijauhkan dari siksa kubur dan siksa api neraka, serta dimasukkan oleh Allah ke dalam surga sebagai tempat kembali yang kekal abadi, Aamiin…

Sumber: Tim Zona Keren

Puisi: Miss You, Sayangku

Puisi ini telah dipublikasikan dan diterbitkan dalam Event Menulis Puisi Tema “Rindu” yang diselenggarakan oleh Rumah Kayu Publishing

Ridha Eka Rahayu

Miss You, Sayangku

Oleh: Ridha Eka Rahayu

Sejak pertama kali kita bertemu

Aku mulai menatap wajahmu

Wajahmu begitu cantik

Maksudku lebih cantik

Maksudku sangat cantik

Maksudku aku mencintaimu

Sejak pertama kali kita bertemu

Aku merasakan detik-detik perpisahan denganmu

Hitungan waktu begitu cepat berlalu

Meninggalkan sejuta kenangan bersamamu

Kau pergi untuk kembali padaku

Meninggalkan rindu terpendam di hatiku

Miss You, Sayangku

Sejak pertama kali kita bertemu

Aku jadi punya sahabat baru

Ia bernama rindu

Yang selalu mengikuti langkah kakiku

Yang selalu hadir dalam mimpiku

Sedetik pun tak mau beranjak dari hatiku

Miss You, Sayangku

Cikarang Barat Bekasi, 13 Januari 2017


Ridha Eka Rahayu, atau akrab dipanggil Ridha adalah anak pertama kelahiran Temanggung yang kini menjadi Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung jurusan Syariah (2014). Domisili di Gang Kujang RT 002/RW 008, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung. Main Jewels Stars di Handphone kalau inspirasinya lagi macet. Ingin menyambung ukhuwah dengan penulis? Ini kontaknya 081513937390 atau Kunjungi ridhaekarahayu@yahoo.com atau Add Facebook: Ridha Eka R

Menangkal Turunnya Keimanan

Menangkal Turunnya Keimanan

Tanya:

Bagaimana cara atau kiat kita untuk memiliki rasa takut pada Allah (khosyah) agar selalu istiqomah, karena terkadang kita lalai dan khilaf sebagai manusia, padahal kita sering ngaji, banyak ilmu, rajin ke majelis taqlim. Namun maksiat sering dilakukan padahal kita tahu itu salah. Adakah yang kurang dari kita? Dan mengapa bisa begitu?

Jawab:
🔸Memang iman itu selalu naik- turun الإيمان يزيد وينقص.
Hal itu juga dirasakan para sahabat :
Suatu hari Abu Bakar mengunjungi Hanzhalah. “Bagaimana keadaanmu, wahai Hanzhalah?” Hanzhalah menjawab, “Hanzhalah telah berbuat munafik.”
Abu Bakar menanyakan apa sebabnya.
Kata Hanzhalah, “Jika kami berada di sisi Rasulullah saw., beliau mengingatkan kami tentang neraka dan surga yang seakan-akan kami bisa melihat dengan mata kepala sendiri.
Lalu setelah kami pergi dari sisi Rasulullah saw. kami pun disibukkan oleh urusan istri, anak-anak, dan kehidupan, lalu kami pun banyak lupa.”
Lantas keduanya mengadukan hal itu kepada Rasulullah saw. Kata Rasulullah, “Demi jiwaku yang ada di dalam genggaman-Nya, andaikata kamu sekalian tetap seperti keadaanmu di sisiku dan di dalam dzikir, tentu para malaikat akan menyalami kamu di atas kasurmu dan tatkala kamu dalam perjalanan. Tetapi, wahai Hanzhalah, sa’atah, sa’atan, sa’atan.” (Shahih Muslim no. 2750).

– namun meski naik turunnya iman seakan suatu kepastian, maka kita juga harus sering-sering dan pintar menangkalnya supaya tidak melampaui batas wajar.
Adapun cara menangkalnya ada beberapa, seperti :
@ Perbanyaklah menyimak ayat-ayat Al-Quran.
@ sering-sering menghadiri majelis dzikir dan ilmu.
@ perbanyak ingat mati.
@ hilangkan angan-angan duniawi.
@ kurangi kesibukan dunia, ganti amal sholih
@ berdoa minta keteguhan iman.

الله اعلم بالصواب
⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜⚜

Keajaiban Sholat Tepat Waktu

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Semoga menjadi renungan untuk saya pribadi (khususnya) dan untuk kita semua

Keajaiban Sholat Tepat Waktu

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim
Saya ada cerita tentang sahabat saya yang beda profesi. Dia selalu menjaga sholat diawal waktu. Apa yang terjadi? Dengan menjaga sholat wajib di awal waktu ternyata dia mendapatkan keberkahan luar biasa yang tidak pernah terbayang sebelumnya.

Sahabat saya yang satu ini, profesi adalah sopir angkot. Setiap hari dia menyupir angkot dengan sistem setoran ke majikan. Setor karena angkotnya punya orang lain.
Nah suatu hari, majikannya bangkrut.

Karena semakin mahalnya harga bensin. Akhirnya sahabat saya ini katakanlah Udin, dia jadi tidak punya mata pencaharian angkot majikannya sudah dijual.

Udin bukan tipe orang yang gampang putus asa, akhirnya dia mencari pekerjaan lain. Dipilihlah becak sebagai jalan ikhtiarnya.

Sebagai tukang becak, kehidupannya pun sangat sederhana kalau tidak mau dikatakan kurang. Dia tinggal bersama tiga putri dan seorang istrinya di sebuah rumah kontrakan yang mungkin cuma layak disebut kamar.

Tidak ada yang istimewa dari kehidupan sehari-harinya. Pagi-pagi pergi dari rumah mencari penumpang, sore pulang. Setiap hari seperti itu.

Namun setelah dicermati, tenyata ada satu hal yang membuat Udin berbeda dari abang becak lainnya, bahkan dari kebanyakan kita. Udin selalu menjaga sholat diawal waktu, dan selalu dia lakukan di Masjid.

Dimanapun dia berada selalu menyempatkan bahkan memaksakan sholat diawal waktu. Setiap mendekati waktu sholat, jika tidak ada penumpang dia akan mangkal di tempat yang dekat dengan masjid. Iya mendekati masjid.

Pokoknya dia tidak pernah ketinggalan sholat wajib awal waktu bahkan selalu berjamaah di masjid. Dan tenyata itu sudah berlangsung lebih dari dua tahun. Istri dan ketiga putrinya pun begitu, meskipun dilakukan di rumah.

Singkat cerita, suatu hari ketika saya sedang mangkal di salah satu hotel berbintang di Bandung. Ada seorang ibu turun dari mobil Mercy tiba-tiba mendekati saya dan meminta untuk diantar ke salah satu tempat perbelanjaan di kawasan alun-alun kota Bandung, kata Udin.

Ketika si Ibu itu bilang minta dianter memakai becak saja, malah Udin balik nanya, “Engga salah Bu naik becak?”
“Engga Bang, jalanan macet, biar mobil disimpen di hotel aja, sekalian sopir saya istirahat,” jawab si Ibu.

Maka dianterlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan yang dia minta. Udin pun mengayuh becak masih dalam keadaan kaget.

Ketika mendekati alun-alun Bandung, terdengarlah suara adzan dzuhur dari Masjid Raya Jawa Barat.
“Dia langsung belokkan becak ke pelataran parkir Majid. Si Ibu pun heran dengan apa yang di lakukan si Udin.
“Bang kok berhenti disini?” kata si Ibu.
“Iya Bu, udah adzan, Allah udah manggil kita buat sholat.”
“Saya mau sholat dulu. Ibu turun disini aja, tokonya udah dekat koq, di belakang masjid ini. Biar Bu ga apa-apa ngga usah bayar.”
“Tanggung Bang, lagian saya takut nyasar,” kata si Ibu.
“Kalo Ibu mau saya anter saya sholat dulu ya, Bu?”

Selesai sholat, Udin pun menuju ke becaknya. Ternyata si Ibu dan asistennya masih nunggu di becak. Diantarlah si Ibu tadi ke pusat perbelanjaan di belakang Masjid Raya. “Bang tunggu disini ya, ntar antar lagi balik ke hotel,” kata si Ibu.

“Iya Bu, tapi kalo Ibu balik lagi ke becak dan pas adzan ashar, ibu tunggu dulu di sini karena mau shalat dulu”

Singkat cerita si Ibu kembali ke becak jam 15:30. Kemudian di becak dia nanya di mana Udin tinggal.
Si Ibu penasaran dengan kebiasaan Udin, demi sholat di awal waktu berani meninggalkan penumpang di becak, ngga peduli dibayar atau tidak. “Bang, saya pengen tau rumah abang,” kata si Ibu.
“Waduh emangnya kenapa Bu?” tanya Udin kaget.
“Saya pengen kenal sama keluarga abang,” kata si Ibu.

“Jangan Bu, rumah saya jauh. Lagian di rumah saya engga ada apa-apa.”
Si Ibu terus memaksa. Akhirnya setelah menunggu si Ibu sholat jamak dzuhur dan ashar di hotel, mereka pun pergi menuju rumah Udin.

Tapi kali ini Udin pake becak, si Ibu mengikuti di belakangnya pake mobil Merci terbaru.
Setibanya di rumah kontrakan Udin, si Ibu kaget, karena rumahnya sangat kecil. Tapi kok berani tidak dibayar demi sholat.

Mungkin karena penasaran si Ibu nanya. “Bang koq berani engga dibayar?”
“Rezeki itu bukan dr pekerjaan kita Bu, rezeki itu dari Allah, saya yakin itu. Makanya kalo Allah manggil kita harus dateng.”

“hayya ‘alal falaah, kan jelas Bu. Marilah kita menuju kemenangan, kesejahteraan, kebahagiaan. Saya ikhtiar udah dengan narik becak, hasilnya gimana Allah. yang penting kitanya takwa ke Allah ya kan Bu?” kata Udin.

“Saya yakin janji Allah di QS At-Talaq 2-3.” kata Udin. Si Ibu pun terdiam sambil meneteskan air mata.

Setelah dikenalkan dan ngorol dgn keluarga Udin si Ibu pun pamit. Sambil meminta Udin mengantarkannya kembali minggu depan.
“Insya Allah saya siap Bu,” kata Udin. Si Ibu pun pamit sambil memberi ongkos becak ke Istrinya Udin.

Setelah si Ibu pergi ongkos becak yang dimasukan kedalam amplop dibuka oleh Udin. Ternyata isinya satu juta rupiah. Udin dan keluarganya pun kaget dan bersyukur atas apa yang telah Allah berikan melewati si Ibu tadi.

Seminggu kemudian Udin mendatangi hotel tempat si Ibu menjanjikan. Setelah bertanya ke satpam, Udin tidak diperbolehkan masuk. Satpam engga percaya ada tamu hotel bintang lima janjian sama seorang tukang becak. Udin ga maksa, dia kembali ke becaknya.

Nah, itu pula yang sering kita lakukan, seringkali kita melihat orang dari penampilannya.

Padahal Allah tidak melihat pangkat, jabatan, pekerjaan, harta, warna kulit kita. Allah hanya melihat ketakwaan kita.

Karena penasaran Udin ngga masuk-masuk ke Lobby Hotel, akhirnya si Ibu keluar, dan melihat Udin sedang tertidur di becaknya.
“Bang, kenapa engga masuk?” Tanya si Ibu sambil membangunkan Udin.
“Ngga boleh sama satpam Bu,”jawab Udin.
“Bang, kan kemaren abang yang ngajak saya jalan-jalan pake becak. Sekarang giliran saya ngajak abang jalan-jalan pake mobil saya,” kata si Ibu.
“Lah, Ibu ini gimana sih, katanya mau saya anter ke toko lagi,” kata Udin.
“Iya mau dianter tapi bukan ke toko bang,” kata si Ibu diawal waktu.
Setelah diajak naik mobil Merci nya si Ibu, Udin pun menolaknya, karena dia merasa kebingungan.

“Mau dibawa kemana saya Bu ?”
“Udah saya pake becak saya aja, ngikut di belakang mobil Ibu. Engga pantes saya naik mobil sebagus itu,” kata Udin.
“Lagian becak saya mau ditaro dimana?”

Namun setelah dibujuk oleh sopir dan asisten si Ibu, Udin pun mau ikut naik mobil. Becaknya dititip di parkiran belakang hotel.
Berangkatlah mereka dari hotel. Masih dengan rasa penasaran Udin pun bertanya, “mau kemana sih Bu?”
Di salah satu kantor Bank Syariah, mereka pun berhenti. “Bang, pinjem KTP nya ya”, kata asisten si Ibu.
“Waduh apalagi nih?” pikir Udin.
“Buat apa Neng? Kok saya diajakin ke Bank, terus KTP buat apa?”, kata Udin heran.

Akhirnya asisten si Ibu menjelaskan, bahwa ketika minggu lalu mereka dianter Udin belanja, si Ibu mendapatkan sebuah pelajaran.

Pelajaran hidup yang sangat mendalam. Dimana seorang abang becak dengan kehidupan yang pas-pasan tapi begitu percaya kepada janji Allah.

Sementara si Ibu yang merupakan seorang pengusaha besar dan suaminya pun pengusaha, selama ini kadang ragu pada janji Allah. Seringkali, akibat kesibukan mengurus usaha, belanja, meeting dll, dia menunda-nunda sholat. Bahkan tidak jarang lupa sholat.

“Nah sejak minggu lalu setelah pulang dari Bandung, Ibu mulai merubah kebiasaannya. Dia selalu berusaha sholat awal waktu”, kata asisten.

Saat pulang ke Jakarta, suaminya pun heran dengan perubahan si Ibu. Padahal dia juga punya kebiasaan yang sama dengan istrinya. Setelah diceritakan asal mula perubahan itu, suaminya pun menyadari, bahwa selama ini mereka salah.

Terlalu mengejar dunia. Oleh karena itu Ibu dan suaminya ingin menghadiahi abang Udin untuk berangkat haji. Mendengar akan diberangkatkan ibadah haji, Udin pun kaget campur bingung.

Dengan spontan Udin menolak hadiah itu. “Engga mau neng, saya engga mau berangkat haji dulu. Meskipun itu doa saya tiap hari.”
“Loh koq engga mau Bang?” kata asisten kaget.
“Apa kata tetangga dan sodara-sodara saya nanti neng, saat saya pulang haji, kok bisa tapi masih ngebecak?”
“Memang berangkat haji adalah cita-cita saya. Tapi nanti setelah saya mendapatkan pekerjaan selain narik becak neng.”

Akhirnya asisten berdiskusi dgn si Ibu. Sambil menunggu mereka diskusi. Udin pun tidak henti-hentinya bertanya pada Allah.
“Ya Allah pertanda apakah ini?” kata Udin.
Tidak lama si Ibu menghampiri Udin dan bertanya “Bang, kan abang bisa bawa mobil, bagaimana kalau menjadi supir di perusahaan saya di Jakarta?”
“Waduh, Jakarta ya, Bu? Ntar, keluarga saya gimana disini.

Anak-anak masih butuh bimbingan saya. Apalagi semuanya perempuan. Kayaknya engga deh Bu. Biar saya pulang aja deh. Insya Allah kalau Allah ridho lain kali pasti saya diundang untuk berhaji.”

Akhirnya si Ibu membujuk Udin untuk mendaftar haji dulu. Brangkatnya mau kapan terserah, yang penting dia menjalankan amanat suaminya.

Kemudian si Ibu menelpon suaminya, menjelaskan kondisi yang ada mengenai Udin. Setelah selesai mendaftar haji di Bank, kemudian mereka pergi menuju sebuah dealer mobil.
“Kok masuk ke dealer mobil, Bu? Ibu mau beli mobil lagi? Mobil ini kurang gimana bagusnya?” kata Udin bingung.

Sambil tersenyum si Ibu meminta Udin menunggu di mobil. Dia pun turun bersama asistennya. Selang setengah jam, si Ibu kembali ke mobil sambil membawa kwitansi pembayaran tanda jadi mobil.
“Nih bang, barusan saya sudah membayar tanda jadi pembelian mobil angkutan umum, pelunasannya nanti kalau trayek sudah diurus.”
“Mobil angkutan umum ini buat bang Udin, hadiah dari suami saya.” Kata si Ibu.
“Jadi sambil menunggu keberangkatan abang ke haji tahun depan, abang bisa menabung dengan usaha dari mobil angkutan milik sendiri.”

Sambil meneteskan air mata tidak henti-hentinya Udin mengucap syukur kepada Allah.
“Ini bukan dari saya dan suami saya, ini dari Allah melalui perantaraan saya,” kata si Ibu.
“Hadiah karena abang selalu menjaga sholat diawal waktu. Dan itu menjadi pelajaran yang sangat berharga bagi saya dan suami.”
“Mudah-mudahan kita semua bisa istiqomah menjaga sholat awal waktu, ya, bang,” kata si Ibu.

Akhirnya mereka pun kembali ke hotel, namun sebelumnya mampir di masjid untuk sholat dzuhur berjamaah. Setelah sholat dzuhur kemudian makan siang, mereka pun berpisah. Udin pulang ke rumah dengan becaknya. Si Ibu langsung ke Jakarta.

Setelah itu kehidupan Udin semakin membaik. Dia sudah memiliki rumah sendiri, walapun nyicil. Yang tadinya dia seorang supir angkot dan abang becak, sekarang dia jadi pemilik angkot dan sudah berhaji.
Subhanallah, Alhamdulillah
Sampai saat ini Udin masih terus menjaga sholat awal waktu, malah semakin yakin dengan janji Allah. Cerita ini merupakan Kisah kitab.
Semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua, dan menjadikan kita semakin yakin dengan janji Allah.
Sahabat, poin dari cerita ini adalah ketika Allah berkehendak, semuanya akan menjadi nyata. Mari kita jaga sholat di awal waktu, untuk mendapatkan keberkahan dari-Nya. Yakinlah Allah selalu menjaga hamba-hamba-Nya yang bertakwa.
Masya Allah…

Siapa Orang yang Sukses itu?

Siapa Orang yang Sukses itu?

▶ Banyak orang menyangka bahwa kesuksesan seseorang itu diukur dengan kekayaannya, keberhasilannya dalam mendapatkan pekerjaan yang berpenghasilan besar, apakah hal ini benar?

▶ Tentu tidak, karena dunia ini adalah sarana bukan tujuan, kalau seseorang menjadikan harta dunia sebagai tujuan, maka dia telah tertipu,

▶ Karena kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akhirat,

🌿 Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ ۚ وَإِنَّ ٱلدَّارَ ٱلْءَاخِرَةَ لَهِىَ ٱلْحَيَوَانُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ ﴿٦٤﴾

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.”
📖 (Q.S. Al-Ankabut, 29:64)

▶ Maka, orang yang sukses sebenarnya adalah orang yang selamat dari siksa neraka dan bisa masuk syurga,

🌿 Allah Ta’ala berfirman,

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ ٱلْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ ٱلنَّارِ وَأُدْخِلَ ٱلْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا مَتَٰعُ ٱلْغُرُورِ ﴿١٨٥﴾

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.”
📖 (Q.S. Ali Imran, 3: 185).

▶ Terus, bagaimanakah agar bisa sukses yang sesungguhnya ini?

▶ Banyak di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah yg ang menjelaskan sebab seseorang bisa selamat dari neraka dan bisa masuk syurga,

▶ Di antara agar selamat dari neraka adalah melaksanakan shalat sunnah 4 rakaat sebelum shalat Dhuhur dan 4 rekaat setelahnya,
🌿 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

( مَنْ حَافَظَ عَلَى أَرْبَعٍ قَبْلَ اَلظُّهْرِ وَأَرْبَعٍ بَعْدَهَا حَرَّمَهُ اَللَّهُ عَلَى اَلنَّارِ )

“Barangsiapa memelihara empat rakaat sebelum Dhuhur dan empat rakaat setelahnya niscaya Allah mengharamkan api neraka darinya.”
📚 HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi, An-Nasa-i, Ibnu Majah dan Ahmad.

→ Jika ingin masuk syurga dan mendapatkan rumah di syurga,

→ maka jagalah shalat sunnah rawatib muakkadah 12 rakaat setiap hari,

🌿 Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda dari hadits Ummu Habibah,

( مَنْ صَلَّى اِثْنَتَا عَشْرَةَ رَكْعَةً فِي يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ بُنِيَ لَهُ بِهِنَّ بَيْتٌ فِي اَلْجَنَّةِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ .

“Barangsiapa melakukan sholat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di syurga.”
📚 Hadits riwayat Muslim.

✅ Wahai saudaraku seiman, inilah hakikat sukses yang sebenarnya,
→ maka ambilah sebab-sebabnya agar kita meraih kesuksesan yang hakiki.
Wallaahu a’lam

Oleh : Ustadz Agus Santoso, M.P.I.